September 7th, 2009
by sopyanmk
Berdasarkan informasi yang saya terima dari saudara saya yang berada di Kampung Cicadas RT 3, RW 2, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu Garut – Jawa Barat. Telah terjadi kerusakan Mushola Al-Ihsan akibat gempa hari Rabu, 2 September 2009 yang biasa dipergunakan oleh saudara-saudara kita di sana untuk kegiatan Ibadah Rutin, pengajian Mingguan, dan Pengajian harian anak-anak. Anak-anak yang terlibat dalam pengajian di Mushola Al-Ihsan berjumlah 63 santri yang belajar rutin sore dan malam hari. Kerusakan itu total dan memerlukan bantuan untuk bisa dibangun agar dapat dipergunakan kembali sebagaimana mestinya. Untuk itu bagi saudara-saudara seiman yang kebetulan diamanahi oleh Allah dengan rezeki yang berlebih. Saya atas nama pengurus DKM Al-Ihsan mengucapkan terima kasih atas bantuannya.
Bantuan berupa uang dapat dikirim ke No. Rekening Saya:
Sopyan MK, S.Pd
Bank Mandiri - KCP Panglima Polim
No. Rek.:126-000-438-7949
Mohon konfirmasi jika transaksi sudah disampaikan bisa lewat e-mail: cecep_sopy at yahoo.com
Atau No HP: 08179132101. Konfirmasi ini bertujuan supaya bisa diambil secepatnya dan disampaikan kepada pengurus Mushola.
Demikianlah informasi ini saya sampaikan atas dukungan dan bantuannya kami ucapkan terimakasih. Semoga kebaikan Bapak/Ibu semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Allah SWT. Amin
Hormat saya,
Sopyan MK
Category Tak Berkategori
|
No Comments → | Tagged 3, bantuan, desa pamalayan, garut, gempa 7, kampung cicadas, kecamatan cisewu, mushola al-ihsan, roboh, rusak, santri
September 6th, 2009
by sopyanmk
Kemarin, Jumat 4 September 2009 akhirnya acara yang dirancang selama seminggu bersama Ibu Lisda akhirnya terlaksana dengan baik. Pengalaman seru terutama pada waktu diperjalanan menuju rumah Ibu Lisda. Saya (numpang mobil Mas Agi) mengikuti petunjuk Pak Awang seorang guru yang mengajar disekolah Ibu Lisda serasa lama untuk sampai ke lokasi. Namun disepanjang jalan itu membuat imajinasi saya terbang entah kemana bahkan saya sulit membayangkan suatu daerah yang benar-benar luar biasa. Sepanjang jalan yang hijau dan teduh serta suasana yang alami membuat otak kanan dan adrenalin terus mengalir. Hanya ada satu pertanyaan yang menggelitik kami, mengapa di tanah yang sedemikian subur dan rindang aliran air di sungai dan danau terlihat mengering? Padahal sebelumnya, kami melewati jalan yang menuju ke daerah yang berada di wilayah binaan Cifor terlihat hutan yang begitu lestari.
Setelah sampai di lokasi, yang pertama kali terlihat adalah antusiasme dan optimisme para guru yang mengajar mulai dari TK – SMP. Ibu dan Bapak guru yang sangat percaya diri. Melihat bangunan SMP yang terlihat masih baru, dengan peralatan yang sederhana tidak mengubah cara memandang saya terhadap kebesaran sekolah yang dipimpin oleh Ibu Lisda. Mungkin orang bilang “AURA” ketulusan dan motivasi maju itulah yang membuat SMPIT Nurul Fajar bagi saya sangat luar biasa. Read the rest of this entry »
Category pendidikan
|
No Comments → | Tagged Agi Rahmat, aura, guru, karakter, kebiasaan, Lisda Fauziah, motive, paradigma, perubahan, pilihan, prinsip, rumus matematika, SMPIT Nurul Fajar
August 17th, 2009
by sopyanmk
Merdeka?
Buat apa hari kemerdekaan dirayakan?
Kalau masih banyak anak bangsa yang masih tertindas…
Buat apa kemerdekaan dirayakan?
Kalau anak bangsa diambang perpecahan…
Buat apa kemerdekaan dirayakan?
Kalau para pahlawan tidak pernah dijadikan teladan…
Buat apa kemerdekaan dirayakan?
Kalau hanya berupa kegiatan ritual…
Buat apa ada presiden?
Kalau rakyat mengadu tidak pernah ada tanggapan…
Buat apa ada gubernur dan walikota?
Kalau rakyat masih menderita…
Buat apa ada menkokesra?
Kalau rakyat tak juga sejahtera…
Buat apa ada polisi?
Kalau penjahat beraksi seenak hati…
Buat apa ada tentara?
Kalau negara lain masih bisa melecehkan…
Buat apa ada Menpora?
Kalau pemuda berasyik ria dalam dunia bejat dan narkoba…
Buat apa ada ulama?
Kalau teroris dan penyimpangan agama makin merajalela…
Buat apa jadi warganegara?
Kalau tidak pernah berperan apa-apa…
Buat apa Indonesia ini kaya raya?
Kalau rakyat hanya bermental budak…
Bangun….
Buka mata…
Bergerak…
Berkarya…
Kita sudah kalah dan terpuruk…
Jangan hancurkan bangsa kita dengan menghancurkan diri sendiri…
Penjajah itu sudah datang dan siap memangsa…
Tanpa peduli loe semua…
Penjajah dari negara lain
Penjajah dari anak negeri yang tidak peduli dan mengerti arti keadilan…
Lihatlah para munafik yang pongah!
Bergaya pemimpin hebat dan kharismatik…
Percayalah…
Merekalah yang akan menuntun kita pada jurang kehancuran!
Mandirilah…
Bersinergilah…
Galang semua anak bangsa
Perkasalah seperti Bima!
Bijaksanalah seperti Yudhistira!
Loyallah seperti Arjuna!
Patuhlah seperti Nakula dan Sadewa!
Bijaklah seperti Kresna!
Kita bisa merdeka…
Kalau kita ingin merdeka…
Category Tak Berkategori
|
No Comments → | Tagged mendiknas, menpora, polisi, presiden, tentara, ulama
July 28th, 2009
by sopyanmk
Oleh: Sopyan Maolana Kosasih *)
Semenjak tragedi yang terus menerus terjadi di dunia militer Indonesia berupa gugurnya para pahlawan yang sedang melaksanakan tugas negara, saya terus mengamati dan mencermati semua komentar-komentar yang muncul di mass media. Dari mulai ucapan bela sungkawa, dukungan, kritikan, bahkan hujatan dan cercaan berseliweran silih berganti. Riuh rendahnya kampanye PILPRES seolah menjadikan setiap momen kejadian terutama yang berimplikasi negatif. Secara pribadi, saya merasa bangga bahwa sejauh ini minat para generasi muda untuk mengabdikan dirinya sedemikian tinggi dan tetap tinggi sampai saat ini. Mereka tidak tetap konsisten mengabdi dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya walau ditengah gelombang proses reformasi dan kritikan setelah hampir 32 tahun berada dalam bayang-bayang Dwifungsi ABRI.
Sejujurnya, sebagai orang awam dalam militer saya tidak mengerti mengenai mekanisme alutista dan semua anggaran-anggaran serta tetek bengek lain yang memang sudah menjadi standar dalam sebuah sistem militer. Namun, secara pribadi saya merasa bahwa keberadaan sebuah sistem militer di sebuah negara adalah sebuah keharusan dan menjadi salah satu kebesaran sebuah negara. Lihatlah Amerika, China, Rusia, serte beberapa negara lain yang memiliki kekuatan militer besar begitu disegani oleh negara-negara lain. Bahkan Iran dan Korea yang memiliki pengembangan nuklir telah membuat banyak negara menjadi ketar-ketir ketakutan, padahal mereka memiliki instalasi senjata nuklir yang luar biasa banyak. Tren pendekatan militer saat ini berhasil ditunjukkan oleh Korea Utara yang mengancam memperbanyak rudal berhulu ledak nuklir jika diembargo oleh DK PBB. Read the rest of this entry »
Category Politik
|
No Comments → | Tagged ancaman, gangguan, gugur, hambatan, ksatria, membela kebenaran, orde baru, pengorbanan, prajurit, proklamasi, reformasi, saptamarga, sipil, tantangan, tni, tuhan, UUD 1945
July 24th, 2009
by sopyanmk
Oleh Sopyan Maolana Kosasih *)
101 tahun lalu sudah berlalu sejak para pejuang mengumumkan kepada dunia akan harapan dan cita-citanya untuk keluar dari belenggu penjajahan dan menjadi tuan rumah yang bisa mengelola dan mesejahterakan anggota rumahtanggnya dengan sebaik-baiknya. Gelombang dukungan dan kesepahaman dalam menggerakan rakyat untuk bangkitpun semakin meluas dan ke berbagai pelosok daerah. Sungguh sebuah gerakan yang menakjubkan ditengah berbagai himpitan ancaman keselamatan dan ketiadaan fasilitas yang dimiliki namun sangat efektif.
Seharusnya para analis dan sejarawan hendaknya menengok atas keberhasilan para pemuda 101 tahun lalu itu bagaimana mereka bisa berproses dan berani melakukan sebuah gerakan nyata yang diharapkan dan diimpikan oleh masyarakat. Dalam pengamatan saya, langkah populis itu adalah program yang nyata dan bisa dirasakan oleh semua lapisan dan menjadi kebutuhan dasar manusia Indonesia saat itu.
Sebuah gerakan yang harus ditiru oleh para pemimpin bangsa serta para generasi muda yang mulai menata dan mencari jati dirinya dalam peran pembangunan nasional. Saat ini dikala gema menjelang perebutan kursi RI 1 ide-ide segar walau bukan ide baru mulai bermunculan. Ekonomi kerakyatan, kesejahteraan sosial, pemerataan, serta pemerintahan yang bersih terus bergaung memberikan angin surga. Namun tidak ada seorangpun yang bisa memastikan realisasi dari janji-janji itu apakah bisa terwujud tanpa syarat apapun atau membiarkan rakyat terus menunggu dan berharap bahkan menjadikan rakyat hidup dalam apatisme akibat dari tercederanya hati dan kehidupan mereka. Semoga Read the rest of this entry »
Category Politik
|
2 Comments → | Tagged ahli perminyakan, euforia, instalasi gas, investasi, jabatan publik, kebangkitan nasional, kekayaan alam, kesejahteraan rakyat, memimpin, rakyat, yudikatif
July 22nd, 2009
by sopyanmk
Oleh: Sopyan Maolana Kosasih
Miris, adalah kata yang pertama kali muncul ketika melihat gelombang pamer muka dimana-mana. Jalan raya, bundaran, kios, bahkan di tengah pohon tinggi menjulang. Semuanya tanpa maksud dan makna yang jelas atas perilaku dan pemasangan media kampanye tersebut. Muka tersenuyum manis dengan latar belakang mohon doa restu serta contreng nomor sekian adalah tipikal yang mudah ditemukan di setiap gambar yang mejeng di mana-mana. Saya malah curiga, jangan-jangan mereka mencetak poster-poster itu dari satu percetakan serhingga mereka hanya ditawari form isian dan menyerahkan photo. Akibatnya, keluarlah pola, gaya, dan cara yang sama.
Rendahnya kreatifitas dalam mempromosikan dirinya tidak lepas dari rendahnya kemampuan dan penguasaan ilmu serta wawasan politik seseorang. Lihat saja, banyak para caleg yang tiba-tiba sibuk bikin facebook padahal ia juga belum punya e-mail bahkan tidak pernah bersentuhan dengan komputer. Sepertinya hal tersebut tidak jadi masalah jika ia memiliki tim yang solid. Tapi betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat melenggang dan menduduki kursi empuk yang saat ini terus menerus diincar oleh KPK. Masih banyaknya para caleg yang minim dalam dunia politik tak bisa dipisahkan dari kejar tayang para partai yang baru muncul. Dengan iming-iming caleg No. 1 walau akhirnya berubah menjadi suara terbanyak cukup memikat para voluter dan kaum-kaum oportunis untuk mengadu nasib. Bayangkan, apa yang akan diperjuangkan untuk rakyat jikalau ia terus menerus memperjuangkan dirinya, keluarganya, dan kepentingan partainya. Jadi, wakil siapakah mereka? Read the rest of this entry »
Category pendidikan
|
4 Comments → | Tagged caleg, contextual teaching, contreng, ego, facebook, kampanye, kios, konstituen, pemilihan umum, pemilu, percetakan, poster, sopyan, UU pemilu
July 21st, 2009
by sopyanmk
*) Sopyan Maolana Kosasih
Teror dan teroris di Indonesia saat ini semakin kental dan populer di telinga masyarakat Indonesia. Bukan lagi sekedar wacana karena masyarakat bisa melihat secara kongkrit aksi-aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang yang berjuang dengan cara mengorbankan nyawa-nyawa yang bisa jadi tidak ada keterkaitan dengan ideologi yang diperjuangkannya. “Perhatian” adalah salah satu cara supaya ia dikenal, ditakuti, disegani, dihormati, dan dipenuhinya segala keingininan yang ia ciptakan dalam jargon dan doktrin yang ia terapkan kepada para anggotanya. Bisa jadi tuntutan-tuntutan itu tidaklah selalu identik dengan besaran korban, karena banyak juga langkah-langkah teror dilakukan semata-mata untuk sebuah eksistensi diri dan kelompoknya di mata pemerintah lokal dan Internasional.
Secara geografis dan historis, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat rawan akan tumbuh dan berkembangnya terorisme. Luasnya wilayah Indonesia dengan beragam suku, budaya, dan tradisi serta norma-norma yang ada jelas sangat rumit jika ikatan-ikatan kebangsaan dan jiwa nasionalisme telah memudar. Dulu, kita masih bisa bertahan dengan jargon kolonialisme seperti yang dilakukan oleh Soekarno dengan program Ganyang Malaysia, keluar dari PBB dan Olimpiade. Namun saat ini sangatlah tidak mungkin untuk melakukan langkah-langkah provokatif seperti itu. Saat ini yang paling diperlukan adalah bagaimana tumbuhnya pemerataan dan kesempatan kepada semua kelompok, golongan, suku, agama, dan lain-lain.
Read the rest of this entry »
Category pendidikan
|
7 Comments → | Tagged densus 88, ideologi, jw marriot, ktp, managerial, pendidikan, penegakkan hukum, presiden republik indonesia, sopyan, teroris, UUD 1945, walikota
July 20th, 2009
by sopyanmk
*) Sopyan Maolana Kosasih
Ujian akhir nasional usai sudah. Segenap perasaan mengharu biru ketika kelulusan dan hasil ujian sudah diketahui hasilnya. Bahkan sejak awal, kontroversi Ujian Nasionalnya pun terus mendapat tanggapan yang beragam. Tak jarang, ada orang tua yang dengan segala macam cara dilakukan oleh orang tua dari hal yang legal sampai illegal supaya anaknya mendapatkan nilai yang memuaskan. Namun, hasil Ujian Nasional yang cukup bagus ternyata belum mendapatkan rasa aman bagi orang tua karena tahu nilai yang dicapai anaknya bukan yang tertinggi atau mendapatkan saingan yang cukup signifikan bukan hanya dari sekolahnya tapi juga dari sekolah lain. Perjuangan belum selesai bagi orang tua.
Fase berikutnya adalah fase yang cukup berat dan banyak dilakukan oleh orang tua siswa dengan jemput bola mendatangi sekolah-sekolah paforit untuk mendapatkan informasi akurat mengenai mekanisme penerimaan di sekolah tersebut. Bahkan tak jarang mereka mulai melakukan pendekatan personal demi mendapatkan pelayanan ekstra. Subjektifitas orang tua terhadap sekolah yang ada di sebuah wilayah memang dirasakan cukup tinggi. Secara tradisional orang tua yang peduli dengan anaknya sudah memetakan sekolah mana yang gurunya bagus, berkualitas, layanan sekolah dan fasilitasnya lengkap, serta berjuta kriteria terus dicari untuk melakukan pembenaran bahwa pilihan yang ia ambil tidak salah. Hal itu dilakukan oleh orang tua tiada lain dan tiada bukan semata-mata demi memenuhi perasaan prestise diri dan keluarganya di mata kolega dan kerabatnya. Read the rest of this entry »
Category personal
|
No Comments → | Tagged kelulusan, orangtua, Sekolah, ujian nasional
April 9th, 2009
by sopyanmk
Halo dunia!!!
Hari ini, saya mencoba menggunakan blogdetik untuk menulis segala macam yang berkaitan dengan teknik dan metodologi pengajaran di dalam kelas.
Mungkin rada-rada mirip nih dengan blog saya yang lain: http://sopyanmk.wordpress.com
Selamat datang dunia…
Category Tak Berkategori
|
No Comments → | Tagged sopyan mk